Selasa, 18 November 2014

KESALAHAN BERBAHASA PADA CERAMAH AGAMA (USTAD JEFRI AL-BUCHORI)



KESALAHAN BERBAHASA PADA CERAMAH AGAMA
(USTAD JEFRI AL-BUCHORI)
NAMA            : ADE SAFITRI
NPM               : 126211811
KELAS           : 5A
1.      Kesalahan Berbahasa karena Penyingkata Morfn meng- dengan Morf Lain pada Tataran Morfologi
Bentuk Tidak Baku
Diam lebih baik dari pada ngobrol yang buruk.
Bentuk Baku
Diam lebih baik dari pada mengobrol yang buruk.
Kesalahan yang terdapat pada kata yang dicetak miring diatas adalah kesalahan berbhasa karena penyingkatan morf meng- pada kata dasar obrol yang seharusnya menjadi mengobrol menjadi ngobrol. Panyingkata morf tersebut merupakan sebuah kesalahan karena penyingkatan itu bukanlah aturan baku dalam bahasa Indonesia.
Menurt Depdiknas (KBBI:976) kata mengobrol memiliki makna yaitu, meng·ob·rol v bercakap-cakap atau berbincang-bincang secara santai tanpa pokok pembicaraan tertentu: setiap pagi mereka - di warung kopi itu.

2.      Kesalahan Berbahasa karena Pengaruh Bahasa Daerah pada Tataran Sintaksis
Bentuk Tidak Baku
Dia bisa mecingin baju.
Bentuk Baku
Dia bisa mengancingkan baju.
            Kesalahan pada bentuk diatas adalah kesalahan karena pengaruh bahasa daerah tepatnya pada kata yang dicetak miring yaitu kata mencingin. Kata mencingin merupakan bahasa daerah yang memiliki arti mengancingkan dalam bahasa Indonesia. Penggunaan kata mencingin dianggap sebuah kesalahan dalam berbahasa karena itu bukanlah kata baku dalam bahasa Indonesia.
Menurut Depdiknas (KBBI:616) kata mengancingkan memiliki makna yaitu, me·ngan·cing·kan v menutupkan baju dng kancing; menutupkan pintu dng kancing dsb: ia ~ baju kerjanya dng rapi. Sedangkan kata mencingin bukanlah kata yang baku adalam bahasa indonesia.

3.      Kesalahan Berbahasa karena Pengaruh Bahasa Asing pada Tataran Sintaksis
Bentuk tidak Baku
Bergaul itu kan silaturrohim.
Bentuk Baku
Bergaul itu kan silaturahmi.
Pada bentuk diatas terdapat sebuah kesalahan berbahasa. Kesalahan itu terdapat pada kata yang dicetak miring. Kata silaturrahim disebut sebuah kesalahan karena itu merupakan kata dalam bahasa Asing. Jika kata itu digunakan akan menyebabkan ketidaktahuan bagai sebagaian kalangan.
Menurut Depdiknas (KBBI:1306) kata silaturahmi memiliki makna si·la·tu·rah·mi n tali persahabatan (persaudaraan): malam --; tali. Sedangkan silaturrahim dalam bahasa Indonesia tidak ada memiliki makna, karena siturrahmi merupakan bahasa asing yaitu bahasa Arab.
            Untuk tidak membuat kesalahan dalam berbahasa, kata silaturrahim tersebut bisa diganti dengan kata silaturahmi yang merupakan kata baku dan memiliki makna tali persaudaraan dalam bahasaIndonesia.

4.      Kesalahan Berbahasa karena Penghilangan Morf Men- pada Tataran Morfologi
Bentuk Tidak Baku
Dia akan bisa jadi pemimpin dunia akhirat.
Bentuk Baku
Dia akan bisa menjadi pemimpin dunia akhirat.
            Pada kalimat diatas terdapat kesalahan berbahasa pada tataran morfologi. Kesalahan itu terdapat pada kata jadi yang dicetak miring. Kata jadi merupakan kata dasar. Jika ia terletak dalam kalimat tersebut maka harus diberi awalan mem- sehingga bisa dibuat menjadi.
Menurut Depdiknas (KBBI:554) kata menjadi memiliki makna yaitu, men·ja·di v 1 (diangkat, dipilih) sbg: ia diangkat (dipilih) ~ wakil presiden; 2 (dibuat) untuk: daun kumis kucing dapat diramu ~ obat penyakit kencing batu; 3 berubah keadaan (wujud, barang) lain; menjelma sbg: orang itu dapat mengubah dirinya ~ harimau; 4 menjabat pekerjaan (sbg): ayahnya ~ guru;~ air ki habis modalnya; ~ air mandi ki menjadi kebiasaan; mendarah daging; ~ bumi langit ki menjadi orang yg selalu diharapkan bantuannya (nasihatnya dsb); ~ hakim sendiri berbuat sewenang-wenang thd orang yg dianggap salah; ~ pikiran menjadi masalah yg harus dipikirkan.

5.      Kesalahan Berbahasa karena Pengaruh Bahasa Asing pada Tataran Sintaksis

Bentuk Tidak Baku
Televisi disebut magic box.
Bentuk Baku
Televisi disebut kotak ajaib.
Kesalahan yang terdapat pada kalimat diatas adalah kesalahan karena adanya pengaruh bahasa Asing yaitu pada bentuk magic box. Magic box berasal dari bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesia memiliki makna kotak ajaib.
Bentuk magic box merupakan sebuah kesalahan berbahasa karena tidak semua kalangan yang bisa memahami apa maksud dari magic box tersebut. Sehingga kesalahan tersebut bisa diperbaiki dengan menggunakan kata kotak ajaib pada kalimat “televisi disebut kotak ajaib.

6.      Kesalahan Pelafalan karena Penghilangan Fonem Vokal pada Tataran Fonologi
Bentuk Tidak Baku
Lalu ketika mereka tidak suka pada suatu negri.
Bentuk Baku
Lalu ketika mereka tidak suka pada suatu negeri.
            Kesalahan berbahasa yang terdapat pada kalimat diatas adalah kesalahan pelafalan karena penghilangan fonem vokal /e/ pada kata negeri menjadi negri. Kata negri merupakan bentuk yang tidak baku sehingga penggunaannya dianggap sebiah kesalahan berbahasa.
            Menurut Deodiknas (KBBI:957) kata negeri memiliki makna yaitu, ne·ge·ri n 1 tanah tempat tinggal suatu bangsa: ia melanjutkan sekolah ke -- Belanda; 2 kampung halaman; tempat kelahiran: -- nya yg asli bukanlah Makassar; 3 negara; pemerintah (lawan kata swasta): krn ia bersekolah di SMU -- , biayanya pun tidak begitu besar; 4 nagari.
            Kesimpulannya adalah penggunaan negri tersebut tidaklah tepat. Untuk itu kesalahannya bisa diperbaiki dengan menambahkan fonem vokal /e/ pada kata negri sehingga menjadi negeri yang merupakan kata baku dalam bahasa indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Setyawati, Nanik. 2010. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia.  Surakarta: Yuma Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar