Selasa, 18 November 2014

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN MORFOLOGI MAJALAH ANEKA YESS JULI 2013



ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN MORFOLOGI MAJALAH ANEKA YESS JULI 2013
Baik ragam tulis maupun ragam lisan dapat terjadi kesalahan berbahasa dalam pembentukan kata atau tataran morfologi. Kesalahan berbahsa dalam tataran morfologi disebabkan oleh berbagai hal. Berikut ini kesalahan-kesalhan yang saya temukan dalam majalah aneka yess.
Nama   : Ade Safitri
NPM   : 126211811
Kelas   : 5A
PENGHILANGAN AFIKS
Penghilangan Prefiks meng-
Pada majalah Aneka Yess yang saya analisis ditemukan adanya gejala penghilangan prefiks meng-. Hal ini terjadi karena disebabkan oleh penghematan yang sebenarnya tidak perlu terjadi karena justru merupakan pemkaian yang salah karena tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Lafal tidak baku
Masing-masing dari mereka punya inspirasi. (hlm: 14)
Lafal baku
Masing-masing dari mereka mempunyai inspirasi.

Di dalam KBBI kata punya merupkan sebuah kata dasar. Jika ia terletak di dalam sebuah kalimat maka harus menggunakan prefiks meng- agar sesuai dengan kaidah tata bahasa baku. Sehingga kata dasar punya tersebut seharusnya dibuat mempunyai. Di dalam KBBI (2008 : 1118)  kata mempunyai memiliki makna yaitu, mem·pu·nyai v memiliki; menaruh: perguruan itu ~ lima buah fakultas.

Lafal tidak baku
Kamu bisa dapatkan dengan mudah kok. (hlm: 99)
Lafal baku
Kamu bisa mendapatkan dengan mudah kok.

     
            Kesalahan pada tataran morfologi yang terdapat pada kata yang dilingkari dalam kalimat diatas adalah karena menghilangkan prefiks meng-. Kata dapatkan tidak ada di dalam KBBI, sehingga kata tersebut bukanlah kata yang baku untuk digunakan. Kata dapatkan harus memiliki prefiks meng- agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia menjadi kata mendapatkan.
            Jika kita ingin menghemat kata-kata, maka jangan sampai merusak kaidah bahasa. Bentuk-bentuk penghilangan meng- ini hanya dibenarkan pemakaiannya pada kepala berita surat kabar atau media cetak. Sedangkan pada beritanya atau pada tulisan resmi lainnya penghilangan awalan meng- ini tidak dibenarkan, karena tidak sesuai dengan kaidah bahasa.

Kalimat tidak baku
Paling ngeri kalau lihat kecoa terbang. (hlm: 20)
Kalimat baku
Paling mengerikan kalau lihat kecoa terbang.


            Kata mengerikan berasal dari kata dasar ngeri. Penggunaan kata ngeri dalam kalimat tersebut tidak tepat. Seharusnya pada kata ngeri tersebut digunakan prefiks meng- sehingga menjadi mengerikan agar penggunaannya sesuai dengan kaidah baku bahasa Indonesia.
            Dalam KBBI (2008: 961)  kata mengerikan memiliki makna yaitu, me·nge·ri·kan v menimbulkan rasa ngeri (seram yg menyebabkan berdiri bulu roma): tabrakan kereta api dng kereta api itu sangat.

Penghilangan Prefiks ber-
Pada majalah Aneka Yess Juli 2013 yang saya analisis pada tataran morfologinya dan ditemukan keslahan karena penghilangan prefiks ber-. Prefiks ber- yang tidak dieksplisitkan tentunya merupakan suatu kesalahan dalam kaidah bahasa Indonesia.
Lafal Tidak Baku
Kami juga ingin membuktikan kalau kalau S4 bisa loh nyanyi lagu ballad. (hlm: 19)
Lafal Baku
Kami juga ingin membuktikan kalau kalau S4 bisa loh bernyanyi lagu ballad.
 
            Kata bernyanyi memiliki kata dasar nyanyi. Penggunaan kata nyanyi dalam kalimat tersebut tidaklah tepat, seharusnya yang digunakan adalah kata bernyanyi karena ia menduduki unsur predikat. Kata yang menduduki unsur predikat harus diberi prefiks ber-. Kata bernyanyi di dalam KBBI (2008: 972) memilki makna yaitu, ber·nya·nyi v mengeluarkan suara bernada; berlagu (dng lirik atau tidak): bekerja sambil ~ dapat mengurangi kelelahan.

PENYINGKATAN MORF MEM-, MEN-, MENG-, MENY-, DAN MENGE-
Kesalahan yang ditemukan dalam majalah Aneka Yess Juli 2013 dengan menyingkat morf mem-, men-, meng-, meny-, den menge- menjadi m-, n-, ng-, ny-, dan nge-. Pemakaian bentuk sepert itu tentunya merupakan sebuah kesalahan dalam berbahasa kaerna tidak sesuai dengan kaidah baku bahasa Indonesia.
Lafal tidak baku
Kim Do Hoon yang nyiptain lagu She’s My Girl. (hlm: 19)
Lafal baku
Kim Do Hoon yang menciptakan lagu She’s My Girl.

            Kata menciptakan berasal dari kata cipta. Jika ia berada dalam sebuah kalimat yang menduduki posisi predikat maka ia harus memiliki prefiks men- dan menjadi kalimat menciptakan. Namun pada kata yang ada pada majalah Aneka Yess tersebut kata menciptakan disingkta menjadi nyiptain. Tentu saja penggunaannya tidak tepat dan merupakan sebuah kesalahan dalam berbahasa.
Di dalam KBBI (2008: 269) kata menciptakan memiliki makna yaitu, men·cip·ta·kan v 1 menjadikan sesuatu yg baru tidak dng bahan: Allah ~ bumi dan langit; 2 membuat atau mengadakan sesuatu dng kekuatan batin: menurut cerita, yg ~ Candi Prambanan ialah Bandung Bondowoso; 3 membuat (mengadakan) sesuatu yg baru (belum pernah ada, luar biasa, lain dr yg lain): melalui perundingan kita dapat ~ suasana saling mengerti; 4 membuat suatu hasil kesenian (spt mengarang lagu, memahat patung): yg ~ lagu Indonesia Raya adalah W.R. Supratman.
 

Lafal tidak baku
Itu nyebelin banget. (hlm: 21)
Itu menyebalkan banget.

     
Kata menyebalkan berasal dari kata sebal. Jika ia berada dalam sebuah maka ia harus memiliki prefiks men- dan menjadi kalimat menyebalkan. Namun pada kata yang ada pada majalah Aneka Yess tersebut kata menyebakkan disingkat menjadi nyebelin. Tentu saja penggunaannya tidak tepat dan merupakan sebuah kesalahan dalam berbahasa.
Di dalam KBBI (2008: 1236) kata menyebalkan memiliki makna yaitu, me·nye·bal·kan v menimbulkan rasa sebal; mengesalkan (hati): pelajaran itu - benar hingga kami selalu mengantuk.

Lafal tidak baku
Ngejaga kulit kamu dari sinar matahri. (hlm: 3)
Lafal baku
Menjaga kulit kamu dari sinar matahari.

 
            Kata dasar menjaga berasal dari kata jaga. Jika ia di dalam kalimat ia harus menggunakan awalan men- sehingga menjadi menjaga. Dalam majalah tersebut dibuat ngejaga, sehingga kata tersebut bukan lagi merupakan kata baku dan penggunaannya tidak tepat sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku.
            Kata menjaga menurut KBBI (2008: 555) memiliki makna yaitu, men·ja·ga v 1 menunggui (supaya selamat atau tidak ada gangguan): mereka selalu ~ kampungnya dng baik; 2 mengiringi untuk melindungi dr bahaya; mengawal: ajudan itu selalu ~ atasannya; 3 mengasuh (mengawasi anak kecil); 4 mengawasi sesuatu supaya tidak mendatangkan bahaya; mencegah (bahaya, kesukaran, kerugian): tugas mereka ialah ~ bahaya api; 5 mempertahankan keselamatan (orang, barang, dsb): pemerintah memperkuat pasukan yg ~ pantai; 6 mengikhtiarkan (supaya); mengurus (supaya): kita harus ~ agar pemasukan tidak lebih besar dp pengeluaran; 7 memeliharakan; merawat: ia ~ baik-baik neneknya yg sakit;~ diri bertindak hati-hati agar tidak mendapat kesulitan; ~ hati menenggang perasaan; ~ langkah menjaga diri; ~ mata bertindak hati-hati dng tidak memperhatikan hal-hal yg tidak patut dilihat; ~ mulut berbicara hati-hati agar tidak menyakitkan hati orang lain; ~ telinga bertindak hati-hati dng tidak mendengarkan hal-hal yg tidak patut didengar.



Lafal tidak baku
Ngelindungin kulit dari paparan sinar matahari. (hlm:3)
Lafal baku
Melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

            Pada kalimat diatas terdapat kesalahan sebuah kata karena penyingkatan morf me-. Kesalahan tersebut terletak pada kata ngelindungin. Kata dasar lindung jika diberi afiks me- seharusnya menjadi melindungi buka ngelindungin.
Dalam KBBI (2008: kata melindungi memiliki makna yaitu, me·lin·dungi v 1 menutupi supaya tidak terlihat atau tampak, tidak kena panas, angin, atau udara dingin, dsb: anak itu ~ dirinya dng daun pisang supaya tidak kehujanan; 2 menjaga; merawat; memelihara: pemerintah ~ binatang yg hampir punah; 3 menyelamatkan (memberi pertolongan dsb) supaya terhindar dr mara bahaya: induk ayam itu ~ anaknya thd serangan burung elang.


Lafal tidak baku
Hargai setiap rupiah yang dikeluarkan buat ngebelinya dulu. (hlm: 62)
Lafal baku
Hargai setiap rupiah yang dikeluarkan buat membelinya dulu.



      
            Jika dianalisis dari segi tatarannya pada kalimat diatas ditemukan sebuah kata yang memiliki kesalahan karena penyingkatan morf yaitu morf mem- pada kata dasar beli. Dalam KBBI kata dasar beli dibubuhi afiks mem- maka membentuk kata membeli/membelinya bukan ngebelinya. Jadi, penggunaan kata ngebelinya pada kalimat diatas tidaklah tepat.
            Menurut KBBI (2008: 136) kata membeli memiliki makna yaitu, mem·be·li v 1 memperoleh sesuatu melalui penukaran (pembayaran) dng uang: Ibu pergi ke pasar untuk - beras dan sayur; 2 memperoleh sesuatu dng pengorbanan (usaha dsb) yg berat;alah (kalah) -, menang memakai, pb biarpun harganya mahal, tetapi dapat dipakai lama krn mutunya baik.

Bentuk-bentuk yang dicetak miring di atas atau yang dilingkari dengan warna merah tersebut seharusnya dituliskan secara lengkap, yaitu dengan tidak menyingkat alomorf dari meng-. Atau dengan kata lain morf-morf tersebut tidak perlu disingkat agar tidak menyalahi kaidah baku bahasa Indonesia.


PENGGUNAAN AFIKS YANG TIDAK TEPAT
Penggunaan Prefiks ke-
Pada majalah Aneka Yess yang telah saya analisis banyak saya temuakn pemakaian bentukan kata yang berprefiks ke- sebagai padanan kata yang berprefik ter-. Kata-kata tersebut ada dalam kalimat berikut ini:
Lafal tidak baku
Apalagi kalau kecoa-nya kebalik kayak bali dance gitu. (hlm: 20)
Lafal baku
Apalagi kalau kecoa-nya terbalik kayak bali dance gitu.
     
Bentuk kata kebalik pada kalimat di atas merupakan bentuk kata yang tidak baku. Kesalahan tersebut terjadi karena ketidakhati-hatian dalam menggunakan prefiks yang tepat. Pada umumnya dikarenakan dipengaruhi oleh bahasa daerah (Jawa atau Sunda). Bentuk yang baku dalam bahasa Indonesia adalah menggunakan prefiks ter- sehingga jika diperbaiki menjadi bentuk terbalik.
Dalam KBBI (2008 : 126) kata terbalik memiliki makna yaitu, ter·ba·lik 1 v tidak sengaja membalik; sudah membalik; 2 a dl keadaan atau berkedudukan berlawanan dr yg biasa (yg di bawah menjadi di atas, yg di belakang menjadi di depan, yg di dalam menjadi di luar, dsb).

Bentuk tidak baku
Ketemu sama fans. (hlm: 21)
Brntuk baku
Bertemu sama fans.


Bentuk kata ketemu pada kalimat di atas merupakan bentuk kata yang tidak baku. Kesalahan tersebut terjadi karena ketidakhati-hatian dalam menggunakan prefiks yang tepat. Pada umumnya dikarenakan dipengaruhi oleh bahasa daerah (Jawa atau Sunda). Bentuk yang baku dalam bahasa Indonesia adalah menggunakan prefiks ter- sehingga jika diperbaiki menjadi bentuk ketemu. Sementara ketemu dalam bahasa Indonesia bukan merupakan kata yang baku.
Dalam KBBI (2008 : 436) kata bertemu memiliki makna yaitu, ber·te·mu v 1 ditemukan; diperoleh; terdapat di; kedapatan di: batu permata seelok ini tidak akan ~ di negara ini; 2 berhadapan muka; bersemuka: ia hendak ~ dng tuan rumah; selamat jalan, sampai ~ lagi; 3 mendapat atau menemukan (barang yg dicari): betapa dicarinya tiada ~ juga; kalau ~ arloji itu, akan kuserahkan kpd polisi; 4 berjumpa; bersua: baru-baru ini saya ~ dengannya di depan kantor pos; 5 menjadi satu (berhubungan, bersinggungan) ujung dng ujung, jalan dng jalan, kali dng kali, dsb: dua sungai itu ~ di dekat laut; tepi langit ~ dng permukaan laut; 6 sesuai atau cocok (perkataan dng perbuatan, teori dng praktik, dsb); janjinya tidak pernah ~; teori yg tidak ~ dl praktik; 7 benar-benar terjadi (tt ramalan, dugaan, dsb); 8 sampai atau tercapai (tt harapan, cita-cita, dsb): apa yg kuimpikan seminggu yg lalu, ~ juga pd hari ini; 9 dapat atau kena (bahaya, bencana, dsb): ~ dng bahaya maut;~ muka dng tedung, pb bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai).

Bentuk tidak baku
Ternyata G.O gampang banget ketiduran. (hlm: 52)
Bentuk baku
Ternyata G.O gampang banget Tertidur.

Bentuk kata ketiduran pada kalimat di atas merupakan bentuk kata yang tidak baku. Kesalahan tersebut terjadi karena ketidakhati-hatian dalam menggunakan prefiks yang tepat. Pada umumnya dikarenakan dipengaruhi oleh bahasa daerah (Jawa atau Sunda). Bentuk yang baku dalam bahasa Indonesia adalah menggunakan prefiks ter- sehingga jika diperbaiki menjadi kata tertidur. Penggunaan ketiduran merupakan sebuah kesalahan karena tidak merupakan kata yang baku dalam bahasa Indonesia.
Dalam KBBI (2008: 1460) kata tertidur memiliki makna, yaitu ter·ti·dur v 1 (sudah) tidur; mulai tidur: Upik sudah ~; 2 tidak sengaja tidur: semalam ia ~ di depan pesawat televisi.

Daftar Pustaka

Setyawati, Nanik. 2010. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia.  Surakarta: Yuma Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar