ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA BLOGGER DOSEN
(Drs. ELWAHYUDI PANGGABEAN, M.Pd)
Nama : Ade
Safitri
NPM : 126211811
Kelas : 5A
1.
Kesalahan Pelafalan Karena Perubahan Fonem Konsonan Menjadi Fonem
Vokal Pada Tataran Fonologi
Bentuk Tidak Baku
Informasi predikat supremasi itu sendiri diumumkan panitya
penyelenggara dalam acara puncak di Taman.
Bentuk Baku
Informasi predikat supremasi itu sendiri diumumkan panitia
penyelenggara dalam acara puncak di Taman.
Kesalahan yang saya temukan pada kalimat diatas adalah kesalahan
pada tataran fonologi. Kesalahan tersebut terjadi karena adanya perubahan fonem
vokal menjadi fonem konsonan. Fonem vokal /i/ menjadi fonem konsonan /y/, kata panitia
menjadi panitya.
Menurut Depdiknas
(KBBI:1015) kata panitia memiliki makna yaitu, pa·ni·tia n
kelompok orang yg ditunjuk atau dipilih untuk mempertimbangkan atau mengurus
hal-hal yg ditugaskan kepadanya; komite. Sedangkan kata panitya tidak
memiliki makna di dalam KBBI.
Berdasarkan
penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan kata panitya dalam
kalimat tersebut tidaklah benar karena kata panitya bukanlah kata yang
baku dalam bahasa Indonesia. Agar penggunaannya tepat sesuai kaidah bahasa baku
maka kata panitya bisa diganti dengan panitia.
2.
Kesalahan Karena Penggunaan Istilah Asing Pada Tataran Sintaksis
Bentuk Tidak Baku
saya langsung belajar dengan sistim crash-program.
Bentuk Baku
saya langsung belajar dengan sistim program
kebut.
Kesalahan yang terdapat pada
bentuk diatas adalah karena penggunaan istilah asing. Istilah asing yang
digunakan disitu adalah
crash-program. Istilah asing tersebut merupakan bahasa Inggris. Yang di
dalam bahasa Indonesia memiliki makna yaitu program-kebut. Penggunaan istilah asing
tersebut dikatakan sebagai suatu kesalahan berbahasa karena tidak semua
kalangan yang bisa memahami makna dari istilah asing yang digunakan tersebut.
Menurut Depdiknas (KBBI:1104) kata program memiliki makna yaitu, prog·ram n 1
rancangan mengenai asas serta usaha (dl ketatanegaraan, perekonomian, dsb) yg
akan dijalankan: beberapa partai menyetujui -- pemerintah; 2 Komp
urutan perintah yg diberikan pd komputer untuk membuat fungsi atau tugas
tertentu. Kata kebut (KBBI:643) memiliki makna yaitu, ke·but [1] v, me·nge·but v
menghilangkan debu (nyamuk dsb) dng memakai bulu ayam, sapu, dsb: setiap
pagi pembantu kami ~ kursi; ke·but [2] v cak, me·nge·but v 1
menjalankan kendaraan dng kecepatan tinggi: sebelum diadakan penertiban,
banyak bus kota yg ~ di jalan dan saling menyusul; 2 cak
mengerjakan sesuatu dng cepat.
3.
Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital Pada Tataran EYD
Bentuk Tidak Baku
Di bangku kelas II SMP, Kala itu ia tengah mendengar
penjelasan guru.
Bentuk Baku
Di bangku kelas II SMP, kala itu ia tengah mendengar
penjelasan guru.
Pada bentuk diatas terdapat kesalahan pada tataran EYD.
Kesalahannya disebabkan karena penggunaan huruf kapital yang tidak tepat.
Kesalahannya terletak pada kata kala. Pada kalimat tersebut kata kala
menggunakan huruf kapital, sementara ia terletak setelah kata tanda koma bukan
tanda titik. Jadi, penulisan kata kala dengan huruf kapital adalah
salah. Penulisan yang benar sesuai EYD adalah kata kala dengan huruf
kecil.
4.
Kesalahan Karena Penggunan Istilah Asing Pada Tataran Sintaksis
Bentuk Tidak Baku
Sebagai seorang teman ia mengajak “coffe-morning”. Saya
memenuhi permintaannya.
Bentuk Baku
Sebagai seorang teman ia mengajak “kopi-pagi”. Saya memenuhi
permintaannya.
Kesalahan pada tataran sintaksis yang terdapat pada bentuk diatas
adalah kesalahan karena penggunaan istilah asing. Penggunaan istilah asing
dianggap sebuah kesalahan berbahasa karena tidak semua kalangan yang bisa
memahami istilah asing yang digunakan tersebut.
Istilah asing yang dipakai pada kalimat diatas adalah coffe-morning.
coffe-morning tersebut dalam bahasa Indonesia memiliki makna yaitu kopi-pagi.
Maksunya adalah di pagi hari minum kopi.
Kesalahan penggunaan istilah coffe-morning bisa diperbaiki penggunaannya
dengan menggukan istilah bahasa Indonesia, yaitu kopi-pagi. Yang sesuai dengan
penggunaan kaidah baku bahasa Indonesia.
5.
Kesalahan Penggunaan Tanda Titik Pada Tataran EYD.
Bentuk Tidak Baku
"Caranya bisa dengan tertulis atau mendatangi redaksi media
bersangkutan. Bukan dengan cara menelepon wartawan yang menulis berita
tersebut," katanya.Wahyudi dimintai pendapatnya menyusul telepon Syafrizal
mantan ketua DPRD Kampar kepada wartawan www.halloriau.com di Bangkinang
sehubungan pemberitaan web-site itu
Bentuk Baku
"Caranya bisa dengan tertulis atau mendatangi redaksi media
bersangkutan. Bukan dengan cara menelepon wartawan yang menulis berita
tersebut," katanya.Wahyudi dimintai pendapatnya menyusul telepon Syafrizal
mantan ketua DPRD Kampar kepada wartawan www.halloriau.com di Bangkinang
sehubungan pemberitaan web-site itu.
Kesalahan yang terdapat pada bentuk diatas adalah kesalahan karena
penulisan tanda baca, yaitu tanda titik.
Pada bentuk diatas diakhir kalimatnya tidak menggunakan tanda baca
titik. Dalam EYD telah diatur bahwa diakhir kalimat harus digunakan tanda baca,
misalnya titik. Untuk memperbaiki kesalahan pada bentuk diatas maka diakhir
kalimatnya harus diberi tanda titik (.)
DAFTAR PUSTAKA
Setyawati, Nanik. 2010.
Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia.
Surakarta: Yuma Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional.
2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata
Bahasa Baku Bahasa indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Gunawan & Nirmala. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan. Surabaya: Jaya Abadi.
Mohon dengan hormat. Perbaiki bahsa And adulu baru salahkan bahsa orang lain. Apalagi, Anda men-shar-kannya di internet. Kesannya, anda sengaja mempermalukan orang lain. Sedangkan bahsa Anda juga tidak sempurna. tks.
BalasHapusMohon dengan hormat. Perbaiki bahsa And adulu baru salahkan bahsa orang lain. Apalagi, Anda men-shar-kannya di internet. Kesannya, anda sengaja mempermalukan orang lain. Sedangkan bahsa Anda juga tidak sempurna. tks.
BalasHapus