ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN SINTAKSIS
KORAN HALUAN RIAU 16 SEPTEMBER 2014
Nama : Ade Safitri
NPM : 126211811
Kelas : 5A
Kesalahan
berbahasa dalam bidang fasa sering dijumpai dalam bahasa lisan maupun bahasa
tulis. Artinya, kesalahan berbahasa dalam bidang frasa ini seringterjadi dalam
dalam kegiatan berbicara maupun kegiatan menulis. Kesalahan berbhasa dalam
bidang frasa bisa disebabkan oleh berbagai hal. Berikut ini merupakan kesalahan
berbahasa tataran sintaksis pada koran haluan riau.
KESALAHAN DALAM BIDANG FRASA
Adanya Pengaruh Bahasa Daerah
Situasi kedwibahasaan yang ada di Indonesia menimbulkan pengaruh
yang besar dalam pemakaian bahasa. Kesalahan berbahasa dalam tataran sintaksis
akibat pengaruh bahasa daerah dapat kita jumpai dalam bahasa Indonesia. Hal
tersebut dapat diperhatikan dalam pemakaian frasa yang tidak tepat berikut ini.
Bentuk Tidak Baku
Soal bunda mau
punya kekasih baru lagi boleh, asal bahagia. (hlm: 20)
Bentuk Baku
Masalah bunda mau
punya kekasih baru lagi boleh, asal bahagia.
Dalam ragam baku, unsur yang dilingkari dengan warna merah pada
kalimat diatas merupakan pemakian kata yang salah. Kesalahan itu disebabkan
oleh adanya pengaruh kekurangceratan dalam menyesuaikan kata dengan
kegunaannya. Kesalahan penggunaan kata
soal tersebut bisa diperbaiki dengan kata masalah.
Kata soal dalam KBBI (2008 :
1325) memiliki makna yaitu, so·al n 1 apa yg menuntut
jawaban dsb (pertanyaan dl hitungan dsb): sekalian -- tt keuangan supaya
dikumpulkan, nanti akan dijawab satu per satu; ia tidak dapat mengerjakan --
nomor lima; 2 hal yg harus dipecahkan; masalah: -- banjir di
Jakarta semakin mengkhawatirkan; 3 hal; perkara; urusan: pembicaraan
kami melantur ke -- yg dikhawatirkannya; -- jawab 1 tanya jawab (ada
yg bertanya dan yg harus menjawab, dl ruang surat kabar dsb); 2 perdebatan;
perbahasan; perbantahan.
Kata Masalah dalam KBBI (2008
: 883) memiliki makna yaitu, ma·sa·lah [1] n sesuatu yg harus diselesaikan
(dipecahkan); soal; persoalan: -- keluarga hendaknya diselesaikan oleh
keluarga itu sendiri; rapat itu harus memecahkan -- yg paling rumit; --
warga negara Pol segala sesuatu yg menyangkut kehidupan warga negara
dl kehidupan sehari-hari sbg warga negara.
Dari makna soal dan masalah
diatas juga dapat diambil jawaban bahwa kata soal lebih tepat digunakan untuk
sesuatu yang membutuhkan jawaban. Sedangkan kata masalah bisa digunakan untuk
sesuatu yang bersifat memiliki konflik atau suatu hal yang terjadi/kasus
Bentuk tidak baku
Masalah pribadi sama orang lain, nanti dulu. (hlm:20)
Bentuk Baku
Masalah pribadi sama orang lain, tunggu dulu.
Dalam ragam baku, unsur yang dilingkari dengan warna merah pada
kalimat diatas merupakan pemakian kata yang salah. Kesalahan itu disebabkan
oleh adanya pengaruh kekurangceratan dalam menyesuaikan kata dengan
kegunaannya. Kesalahan penggunaan kata nanti
tersebut bisa diperbaiki dengan kata tunggu. Kata nanti tidak
tepat digunakan dalam kalimat tersebut karena kata nanti lebih
menekankan pada suatu hal yang pasti Bentuk baku
sedangkan tunggu untuk hal yeng belum pasti.
Kata nanti dalam KBBI (2008:
951) memiliki makna yaitu, nan·ti [1] 1 n waktu yg tidak lama dr
sekarang; waktu kemudian; kelak: hal itu akan kita bicarakan --; -- saya
akan menelepon Anda lagi; sampai bertemu lagi --; 2 adv kalau
tidak begitu; kalau tidak: dengarkan nasihatku baik-baik, -- engkau
menyesal; jangan kauganggu, -- ia marah; 3 adv akan: tidak
-- menurut perintahmu.
Kata tunggu dalam KBBI (2008: 1506) memiliki makna yaitu, tung·gu [1] v, ber·tung·gu v tinggal
sementara untuk berjaga (menjaga); berkawal: kita ~ sampai persalinan itu
berlangsung.
Bentuk tidak baku
Tinggal urusan undangan yang belum kelar. (hlm: 20)
Bentuk baku
Tinggal urusan undangan yang belum selesai.
Dalam ragam baku, unsur yang dilingkari dengan garis merah pada
kalimat diatas merupakan pemakian kata yang salah. Kesalahan itu disebabkan
oleh adanya pengaruh bahasa daerah. Kesalahan penggunaan kata kelar pada
kalimat tersebut bisa diperbaiki dengan kata selesai. Kata selesai merupakan
kata yang baku menurut KBBI, sedangkan kata kelar adalah bahasa daerah.
Menurut KBBI
(2008: 1252) kata selesai memiliki makna yaitu, se·le·sai v
1 sudah jadi (tt sesuatu yg dibuat); habis dikerjakan: mudah-mudahan
pembuatan jembatan itu dapat -- akhir tahun ini; 2 habis; tamat;
berakhir: pertunjukan -- pukul 23.00; 3 beres (terbayar, lunas,
impas): utangnya sudah --; 4 putus (tt perkara, harga,
perundingan, dsb): perkaranya belum --; 5 teratur rapi; tidak
kusut (tt rambut); jelas lagi baik (tt perkataan dsb): rambutnya -- diandam;
kejadian itu diceritakannya dng .
Susunan Kata yang Tidak Tepat
Salah satu akibat dari pengaruh bahasa asing adalah kesalahan dalam
susunan kata. Berikut ini adalah kesalahn susunan kata yang saya temukan dalam
koran haluanriau 16 September 2014.
Bentuk Tidak Baku
Tune Hotel Pekanbaru
(hlm: 3)
Bentuk baku
Hotel Tune Pekanbaru.
Kesalahan yang terdapat pada kalimat diatas adalah karena kesalahan
penyusunan kata. Tepatnya pada kata yang dilingkari dengan garis merah
tersebut. Susunan kata yang dilingkari garis merah tersebut tidak sesuai dengan
kaidah bahasa Indonesia. Hal itu berawal dari terjemahan bahasa Inggris ke
bahasa Indonesia, dengan hukum susunan kata yang berbeda dengan bahasa
Indonesia (MD) itulah yang menyebabkan terjadinya kesalahan berbahasa.
Tune Hotel
Pekanbaru merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris dan mengikuti
penyusunan kata bahasa Inggris pula. Dalam bahasa Inggris menggunakan hukum
Menerangangkan Diterangkan (MD) sedangkan dalam bahasa Indonesia Diterangkan
Menerangkan (DM). Jadi, jika diperbaiki dengan susunan dalam bahasa Indonesia
(kata yang kan terletak didepan keterangannya).
Bentuk Tune Hotel Pekanbaru atau Hotel Tune Pekanbaru
maksudnya adalah sebuah hotel yang diberi nama tune dan terletak di Pekanbar.
Kesalahan tersebut diperbaiki menjadi Hotel Tune Pekanbaru.
Di dalam KBBI (2008: 508) kata
hotel memiliki makna yaitu, ho·tel /hotél/ n bangunan
berkamar banyak yg disewakan sbg tempat untuk menginap dan tempat makan orang
yg sedang dl perjalanan; bentuk akomodasi yg dikelola secara komersial,
disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan, makan dan
minum.
Bentuk tidak baku
The Peak Apartement
Pekanbaru (hlm: 3)
Bentuk baku
Apartemen The Peak
Pekanbaru.
Kesalahan yang terdapat pada kalimat diatas adalah karena kesalahan
penyusunan kata. Tepatnya pada kata yang dilingkari dengan garis merah
tersebut. Susunan kata yang dilingkari garis merah tersebut tidak sesuai dengan
kaidah bahasa Indonesia. Hal itu berawal dari terjemahan bahasa Inggris ke
bahasa Indonesia, dengan hukum susunan kata yang berbeda dengan bahasa
Indonesia (MD) itulah yang menyebabkan terjadinya kesalahan berbahasa.
Apartement The Peak
Pekanbaru merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris dan mengikuti
penyusunan kata bahasa Inggris pula. Dalam bahasa Inggris menggunakan hukum
Menerangangkan Diterangkan (MD) sedangkan dalam bahasa Indonesia Diterangkan
Menerangkan (DM). Jadi, jika diperbaiki dengan susunan dalam bahasa Indonesia
(kata yang kan terletak didepan keterangannya).
Bentuk The Peak Apartement Pekanbaru atau Apartemen
The Peak Pekanbaru maksudnya
adalah sebuah apartemen yang diberi nama the peak dan terletak di
Pekanbaru. Kesalahan tersebut diperbaiki menjadi Apartemen The Peak
Pekanbaru.
Di dalam KBBI (2008: 80) kata
apartemen memiliki makna yaitu, apar·te·men /apartemén/ n 1
tempat tinggal (terdiri atas kamar duduk, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dsb)
yg berada pd satu lantai bangunan bertingkat yg besar dan mewah, dilengkapi dng
berbagai fasilitas (kolam renang, pusat kebugaran, toko, dsb).
Penggunaan Istilah Asing
Pemakai bahasa Indonesia yang memiliki kemahiran menggunakan bahasa
asing tertentu sering menyelipkan istilah asing dalam pembicaraan atau
tulisannya. Padahal kita tidak boleh mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan
bahasa asing. Kesalahan penggunaan bahasa asing yang saya temukan pada koran
haluan riau adalah berikut ini.
Bentuk Tidak Baku
Besok, menpora buka Tour de Siak. (hlm: 1)
Bentu Baku
Besok, menpora buka Perjalanan di Siak
Kesalahan yang terdapat dalam kalimat diatas adalah karena
menggunakan unsur bahasa asing yang belum tentu bisa dipahami oleh orang yang
berpendidikan rendah. Akan lain halnya jika istilah asing yang digunakan tersebut
diganti dengan bahasa Indonesia. Istilah tour de diganti dengan perjalanan
di, sehingga susuai dengan kaidah pemakian bahasa Indonesia.
Bentuk tour de Siak pada
kalimat diatas memiliki makna perjalanan di Siak. Bentuk itu berasal dari
bahasa Inggris. Agar tidak terjadi ketidakpahaman dari pembaca akan maksud dari
bahasa asing tersebut maka bentuk itu bisa diganti dengan perjalanan di
Siak.
Dalam
KBBI kata perjalanan (2008: 559) memiliki makna yaitu, per·ja·lan·an
n 1 perihal (cara, gerakan, dsb) berjalan: krn kakinya cacat,
~ nya tidak sempurna; 2 kepergian (perihal bepergian) dr suatu
tempat dsb ke tempat dsb yg lain: ia mendapat kecelakaan dl ~ ke Jakarta;
3 jarak (jauh) yg dicapai dng berjalan dl waktu yg tertentu: jauhnya
kira-kira dua jam ~; 4 perbuatan; kelakuan; tingkah laku: ia
bertanya kpd saya bagaimana ~ pegawai baru itu sebelum bekerja di sini;~
insentif perjalanan wisata yg ditawarkan oleh suatu perusahaan kpd pegawai
perusahaan sbg imbalan atas suatu usaha yg berhasil; ~ kebudayaan 1
perjalanan yg diadakan dng tujuan mempelajari atau memperdalam seni budaya; 2
perjalanan yg bertujuan melihat atau menyaksikan hal-hal yg berhubungan dng
kebudayaan, msl benda kuno, peninggalan sejarah, atau perikehidupan masyarakat.
Bentuk Tidak Baku
Big News dari The Peak
Apartement. (hlm: 3)
Bentuk Baku
Berita besar dari The Peak
Apartemen.
Kesalahan yang terdapat dalam kalimat diatas adalah karena
menggunakan unsur bahasa asing yang belum tentu bisa dipahami oleh orang yang
berpendidikan rendah. Akan lain halnya jika istilah asing yang digunakan
tersebut diganti dengan bahasa Indonesia. Istilah big news diganti
dengan berita besar, sehingga susuai dengan kaidah pemakian bahasa
Indonesia.
Bentuk big news pada
kalimat diatas memiliki makna bahwa adanya sebuah berita besar atau heboh.
Bentuk itu berasal dari bahasa Inggris. Agar tidak terjadi ketidakpahaman dari
pembaca akan maksud dari bahasa asing tersebut maka bentuk itu bisa diganti
dengan berita besar.
Dalam
KBBI kata berita (2008: 179) memiliki makna yaitu, be·ri·ta
n 1 cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yg
hangat; kabar: semalam dia mendengar -- bahwa kampungnya dilanda banjir;
2 laporan: ia bertugas membuat -- harian; 3 pemberitahuan;
pengumuman: -- redaksi.
Sedangkan kata besar di dalam
KBBI (2008: 182) memiliki makna yaitu, be·sar a 1
lebih dr ukuran sedang; lawan dr kecil: batang kayu ini sangat -- sehingga
tidak sanggup tanganku memeluknya; 2 tinggi dan gemuk: badannya
--; 3 luas; tidak sempit: rumahnya --; 4 lebar: sungai
itu sangat --; 5 ki hebat; mulia; berkuasa: jika menjadi
orang -- , jangan suka sombong; 6 banyak; tidak sedikit (tt jumlah):
gajinya --; 7 menjadi dewasa: ia lahir di Surakarta, tetapi --
di Jakarta; 8 lebih dewasa dp sebelumnya: sekarang ia sudah --;
9 penting (berguna) sekali: ajaran agama itu -- artinya bagi
pembentukan watak;-- kayu -- bahannya ( -- periuk -- keraknya), pb
banyak penghasilan banyak pula belanjanya.
Kedua kalimat diatas belum tentu bisa dipahami oleh orang yang
berpendidikan rendah karena pada kalimat-kalimat tersebut terdapat istilah
bahasa asing yang tidak dipahami. Akan lain halnya jika istilah asing yang
digunakan tersebut diganti dengan bahasa Indonesia. Istilah tour de
diganti dengan perjalanan ke, istilah big news diganti dengan berita
besar sehingga susuai dengan kaidah pemakian bahasa Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Setyawati, Nanik. 2010.
Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia.
Surakarta: Yuma Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional.
2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata
Bahasa Baku Bahasa indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar