ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN EJAAN YANG DISEMPURNAKAN PADA
LATAR BELAKANG SKRIPSI MAHASISWA BAHASA INDONESIA UIR (DESI ARMAYANI)
Nama : Ade Safitri
NPM : 126211811
Kelas : 5A
Ejaan sebenarnya tidak hanya
berkaitan dengan cara mengeja suatu kata, tetapi yang lebih utama berkaitan
dengan cara mengatur penulisan huruf menjadi satuan yang lebih besar, misalnya
kata, kelmpok kata, atau kalimat. Kecuali itu, ejaan berkaitan pula dengan
penggunaan tanda baca pada satuan-satuan huruf tersebut.
Kesalahan
ini saya analisis dari latar belakang sebuah skripsi mahasiswa bahasa Indonesia
Universitas Islam Riau.
KESALAHAN
PENULISAN HURUF BESAR ATAU HURUF KAPITAL
Bentuk
Tidak Baku:
Kecenderungan
tuturan pedagang dengan pedagang pada maksim Kuantitas.
Bentuk
Baku:
Kecenderungan
tuturan pedagang dengan padagang pada maksim kuantitas.
Pada kalimat diatas terdapat
kesalahan penggunaan huruf kapital, yaitu pada kata kuantitas. Kata kuantitas
pada kalimat tersebut tidak seharusnya menggunakan huruf kapital, karena tidak
ada di dalam EYD yang menyatakan atau mengahruskan kata kuantitas
tersebut menggunakan huruf kapital. Karena dalam EYD telah diatur penggunaan huruf
kapital untuk alasan-alasan tertentu.
Menurut Depdiknas kata kuantitas
(KBBI: ) memiliki makna yaitu, ku·an·ti·tas n banyaknya (benda dsb);
jumlah (sesuatu).
KESALAHAN
PENULISAN KATA
Kesalahan
Penuulisan Preposisi di, ke, dan dari
Bentuk
Tidak Baku
Pedagang
dipasar ikan Dayun.
Bentuk
Baku
Pedagang
di pasar ikan Dayun.
Kesalahan
yang terdapat pada bentuk diatas adalah kesalahan karena penulisan preposisi di
yang tidak tepat. Di dalam EYD telah idatur penggunaan kata depan
yang benar. Kata depan di, ke, dari ditulis terpisah dari kata yang
mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu
kata seperti kepada dan daripada.
KESALAHAN
PENULISAN TANDA BACA
Kesalahan
Penulisan Tanda Koma (,)
Bentuk
Tidak Baku
Menurut
Subyakti (1988:27) pentingnya peranan pragmatik dalam konteks semakin didasari
oleh ahli bahasa sebagai jawaban atas kegagalan pendekatan yang memperhatikan
struktural yang bersifat formal.
Bentuk
Baku
Menurut
Subyakti (1988:27), pentingnya peranan pragmatik dalam konteks semakin didasari
oleh ahli bahasa sebagai jawaban atas kegagalan pendekatan yang memperhatikan
struktural yang bersifat formal.
Kesalahan
yang terdapat pada bentuk diatas adalah kesalahan berbahasa tataran EYD karena
tidak menggunakan tanda koma. Dalam EYD telah dijelaskan bahwa tanda koma
dipakai untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi.
Kesalahan
Pemakaian Tanda Titik Dua (:)
Bentuk
Tidak Baku
Leech
(I Dewa Putu Wijana, 1983: 132) menyatakan bahwa prinsip kesopanan memiliki
sejumlah maksim yakni, maksim kebijaksanaan, kemurahan, penerimaan,
kerendahan hati, kecocokan dan kesimpatian.
Bentuk
Baku
Leech
(I Dewa Putu Wijana, 1983: 132) menyatakan bahwa prinsip kesopanan memiliki
sejumlah maksim yakni: maksim kebijaksanaan, kemurahan, penerimaan,
kerendahan hati, kecocokan dan kesimpatian.
Kesalahan yang terdapat pada bentuk
diatas adalah kesalahan karena tidak meggunakan tanda baca titik dua (:) dalam
bentuk tersebut. Dalam EYD telah diatur bahwa dalam rangkaian atau pemerian
yang merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan harus menggunakan tanda
titik dua.
Kesalahan
Penggunaan Tanda Petik Ganda (“) dalam Petikan Langsung
Bentuk
Tidak Baku
Guru : Hai, kamu.....,kutip sampah itu, masukkan
ke dalan bak sampah
Siswa : Kan bukan sayang buang Buk!!
Bentuk
Baku
Guru : “Hai, kamu.....,kutip sampah itu, masukkan
ke dalan bak sampah”
Siswa : “Kan bukan sayang buang Buk!!”
Pada
bentuk diatas terdapat kesalahan berbahasa pada tataran ejaan yang
disempurnakan. Kesalahannya yaitu karena tidak menggunakan tanda petik gandda
(“) dalam kalimat petikan langsung. Di dalam EYD telah diatur bahwa tanda petik
ganda mengapit ‘petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau
bahan tertulis lain. Kedua pasang tanda petik itu ditulis sama tinggi di
sebelah atas baris.
DAFTAR PUSTAKA
Setyawati, Nanik. 2010.
Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia.
Surakarta: Yuma Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional.
2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata
Bahasa Baku Bahasa indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Gunawan & Nirmala. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan. Surabaya: Jaya Abadi.
mbak maaf ne saya boleh tanya ?
BalasHapus