Selasa, 18 November 2014

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA KAIN RENTANG DAN PAPAN NAMA



ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA KAIN RENTANG DAN PAPAN NAMA
Nama               : Ade Safitri
NPM               : 126211811
Kelas               : 5A
1.      Kesalahan Pelafalan Karena Perubahan Fonem Pada Tataran Fonologi dan Kesalahan Susnan Kata yang Tidak Tepat Pada Tataran Sintaksis
             
Bentuk Tidak Baku
Bumbu desa restaurant
Bentuk Baku
Restoran bumbu desa
            Pada penulisan papan nama diatas terdapat dua kesalahan. Pertama, kesalahan pelafalan karena perubahan fonem pada kata restaurnt. Pada kata tersebut terdapat perubahan fonem vokal /o/ menjadi /au/. Kata restaurant bukanlah bentuk baku sehingga penggunaannya tidak tepat dalam aturan bahasa Indonesia baku. Kata restaurant bisa diperbaiki menjadi restoran.
            Menurut Depdiknas (KBBI:1170) kata restoran memiliki makna yaitu, res·to·ran /réstoran/ n rumah makan. Sedangkan kata restaurant dalam KBBI tidak memiliki makna sehingga kata tersebut bukanlah kata yang baku.
Kesalahan kedua terletak pada kata bumbu desa restoran. Kesalahan tersebut disebabkan karena susunan kata yang tidak tepat. Di Indonesia hukum susunan kata yang digunakan adalah hukum diterangkan menerangkan (DM). Jika dibwakan kedalam hukum susunan kata Indonesia susunan kata tersebut adalah salah, karena susunan kata tersebut menggnakan hukum MD (Menerangkan Diterangkan). Susunan yang benar menurut aturan baku bahasa Indonesia adalah restoran bumbu desa.

2.      Kesalahan Pelafalan Karena Perubahan Konsonan Pada Tataran Fonologi
        
Bentuk Tidak Baku
Coto Makasar
Bentuk Baku
Soto Makasar
Kesalahan pada tataran fonologi yang terdapat pada papan nama gambar diatas adalah kesalahan pelafalan karena perubahan fonem konsonan /k/ menjadi /c/ pada kata soto menjadi coto. kata coto penggunaannya tidaklah baku dalam bahasa Indonesia.
Menurut Depdiknas (KBBI:1332) kata soto memiliki makna yaitu, so·to n masakan yangg kuahnya dimasak tersendiri dan rangkaian isinya antara lain daging, kentang, bawang goreng yg dimasukkan kemudian, pd waktu akan dihidangkan;-- sulung soto yg berkuah santan dan isinya adalah jeroan.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan coto pada papan nama tersebut tidaklah benar karena kata coto tidak baku. Sehingga kata tersebut bisa diperbaiki dengan kata soto.

3.      Kesalahan Karena Penggunaan Istilah Asing Pada Tataran Sintaksis

         

Bentuk Tidak Baku
Service Centre
Bentuk Baku
Pusat Servis
            Pada kain rentang gambar diatas dari tataran sintaksisnya terdapat kesalahan karena penggunaan istilah asing. Istilah asing yang digunakan adalah service centre yang merupakan bahasa Inggris. Hal tersebut dikatakan sebuah kesalahan karena tidak semua kalangan yang bisa memahami maksud dari istilah asing yang digunakan tersebut.
            Bentuk service centre yang dimaksud disitu jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia memiliki makna yaitu pusat servis atau pusat pelayanan untuk memperbaiki barang elektronik seperti telepon genggam.
            Menurut Depdiknas (KBBI:1120) kata pusat memiliki makna yaitu, pu·sat n 1 tempat yg letaknya di bagian tengah: Istana Merdeka letaknya di -- kota Jakarta; 2 titik yg di tengah-tengah benar (dl bulatan bola, lingkaran, dsb): -- bumi; -- lingkaran; 3 pusar; 4 pokok pangkal atau yg menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dsb): perguruan tinggi harus menjadi -- berbagai ilmu pengetahuan; 5 orang yg membawahkan berbagai bagian; orang yg menjadi pumpunan dr bagian-bagian. Kata servis (KBBI:1292) memiliki makna yaitu, ser·vis [1] /sérvis/ n pelayanan; layanan.


4.      Kesalahan Pelafalan Karena Perubahan Fonem Pada Tataran Fonologi
    
Bentuk Tidak Baku
Waroeng
Bentuk Baku
Warung
            Jika dianalisis dari segi fonologinya papan nama pada gambar diatas terdapat kesalahan pelafalan karena perubahan fonem vokal menjadi fonem vokal rangkap. Vokal /u/ dilaflkan /oe/ pada kata warung menjadi waroeng.
            Menurut Depdiknas (KBBI:1557) kata warung memiliki makna yaitu, wa·rung n tempat menjual makanan, minuman, kelontong, dsb; kedai; lepau: ia makan di -- itu;-- hidup ki pekarangan yg ditanami sayur-sayuran untuk keperluan sehari-hari. Sedangkan kata waroeng dalam KBBI tidak memiliki makna sehingga kata tersebut bukanlah kata baku.
            Berdasarkan penjelasan diatas dapat diambil kesimpulannya bahwa penggunaan kata waroeng pada papan nama diatas adalah salah. Kesalahan tersebut bisa diperbaiki dengan merubah kata waroeng menjadi warung.

5.      Kesalahan Susunan Kata yang Tidak Tepat Pada Tataran Sintaksis
           
Bentuk Tidak Baku
Alpha Hotel
Bentuk Baku
Hotel Alpha
            Pada tataran fonologi, susunan kata pada gambar diatas adalah salah. Letak kesalahnnya adalah karena susunan yang digunakan merupakan aturan susunan dalam bahasa Inggris (MD). Sedangkan di Indonesia hukum susunan yang berlaku adalah huku DM. Penggunaan bentuk Alpha Hotel bisa diperbaiki menjadi Hotel Alpha.
            Menurut Depdiknas (KBBI:508) kata hotel memiliki makna yaitu, ho·tel /hotél/ n bangunan berkamar banyak yg disewakan sbg tempat untuk menginap dan tempat makan orang yg sedang dl perjalanan; bentuk akomodasi yg dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan, makan dan minum.

DAFTAR PUSTAKA

Setyawati, Nanik. 2010. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia.  Surakarta: Yuma Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar