ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA KAIN RENTANG DAN PAPAN NAMA
Nama : Ade
Safitri
NPM : 126211811
Kelas : 5A
1.
Kesalahan Pelafalan Karena Perubahan Fonem Pada Tataran Fonologi
dan Kesalahan Susnan Kata yang Tidak Tepat Pada Tataran Sintaksis
Bentuk Tidak Baku
Bumbu desa restaurant
Bentuk Baku
Restoran bumbu desa
Pada penulisan
papan nama diatas terdapat dua kesalahan. Pertama, kesalahan pelafalan karena
perubahan fonem pada kata restaurnt. Pada kata tersebut terdapat
perubahan fonem vokal /o/ menjadi /au/. Kata restaurant bukanlah bentuk
baku sehingga penggunaannya tidak tepat dalam aturan bahasa Indonesia baku.
Kata restaurant bisa diperbaiki menjadi restoran.
Menurut Depdiknas
(KBBI:1170) kata restoran memiliki makna yaitu, res·to·ran
/réstoran/ n rumah makan. Sedangkan kata restaurant dalam KBBI
tidak memiliki makna sehingga kata tersebut bukanlah kata yang baku.
Kesalahan kedua terletak pada kata bumbu desa restoran.
Kesalahan tersebut disebabkan karena susunan kata yang tidak tepat. Di
Indonesia hukum susunan kata yang digunakan adalah hukum diterangkan
menerangkan (DM). Jika dibwakan kedalam hukum susunan kata Indonesia susunan
kata tersebut adalah salah, karena susunan kata tersebut menggnakan hukum MD
(Menerangkan Diterangkan). Susunan yang benar menurut aturan baku bahasa
Indonesia adalah restoran bumbu desa.
2.
Kesalahan Pelafalan Karena Perubahan Konsonan Pada Tataran Fonologi
Bentuk Tidak Baku
Coto Makasar
Bentuk Baku
Soto Makasar
Kesalahan pada tataran fonologi yang terdapat pada papan nama
gambar diatas adalah kesalahan pelafalan karena perubahan fonem konsonan /k/
menjadi /c/ pada kata soto menjadi coto. kata coto
penggunaannya tidaklah baku dalam bahasa Indonesia.
Menurut Depdiknas (KBBI:1332) kata soto
memiliki makna yaitu, so·to n masakan yangg kuahnya dimasak
tersendiri dan rangkaian isinya antara lain daging, kentang, bawang goreng yg
dimasukkan kemudian, pd waktu akan dihidangkan;-- sulung soto yg berkuah
santan dan isinya adalah jeroan.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat
diambil kesimpulan bahwa penggunaan coto pada papan nama tersebut
tidaklah benar karena kata coto tidak baku. Sehingga kata tersebut bisa
diperbaiki dengan kata soto.
3.
Kesalahan Karena Penggunaan Istilah Asing Pada Tataran Sintaksis
Bentuk Tidak Baku
Service Centre
Bentuk Baku
Pusat Servis
Pada kain rentang
gambar diatas dari tataran sintaksisnya terdapat kesalahan karena penggunaan
istilah asing. Istilah asing yang digunakan adalah service centre yang
merupakan bahasa Inggris. Hal tersebut dikatakan sebuah kesalahan karena tidak
semua kalangan yang bisa memahami maksud dari istilah asing yang digunakan
tersebut.
Bentuk service
centre yang dimaksud disitu jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia
memiliki makna yaitu pusat servis atau pusat pelayanan untuk
memperbaiki barang elektronik seperti telepon genggam.
Menurut Depdiknas
(KBBI:1120) kata pusat memiliki makna yaitu, pu·sat n 1
tempat yg letaknya di bagian tengah: Istana Merdeka letaknya di -- kota
Jakarta; 2 titik yg di tengah-tengah benar (dl bulatan bola,
lingkaran, dsb): -- bumi; -- lingkaran; 3 pusar; 4 pokok
pangkal atau yg menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dsb): perguruan
tinggi harus menjadi -- berbagai ilmu pengetahuan; 5 orang yg
membawahkan berbagai bagian; orang yg menjadi pumpunan dr bagian-bagian. Kata
servis (KBBI:1292) memiliki makna yaitu, ser·vis [1] /sérvis/ n pelayanan; layanan.
4.
Kesalahan Pelafalan Karena Perubahan Fonem Pada Tataran Fonologi
Bentuk Tidak Baku
Waroeng
Bentuk Baku
Warung
Jika dianalisis
dari segi fonologinya papan nama pada gambar diatas terdapat kesalahan
pelafalan karena perubahan fonem vokal menjadi fonem vokal rangkap. Vokal /u/
dilaflkan /oe/ pada kata warung menjadi waroeng.
Menurut Depdiknas
(KBBI:1557) kata warung memiliki makna yaitu, wa·rung n tempat
menjual makanan, minuman, kelontong, dsb; kedai; lepau: ia makan di -- itu;--
hidup ki pekarangan yg ditanami sayur-sayuran untuk keperluan
sehari-hari. Sedangkan kata waroeng dalam KBBI tidak memiliki makna
sehingga kata tersebut bukanlah kata baku.
Berdasarkan
penjelasan diatas dapat diambil kesimpulannya bahwa penggunaan kata waroeng
pada papan nama diatas adalah salah. Kesalahan tersebut bisa diperbaiki dengan
merubah kata waroeng menjadi warung.
5.
Kesalahan Susunan Kata yang Tidak Tepat Pada Tataran Sintaksis
Bentuk Tidak Baku
Alpha Hotel
Bentuk Baku
Hotel Alpha
Pada tataran
fonologi, susunan kata pada gambar diatas adalah salah. Letak kesalahnnya
adalah karena susunan yang digunakan merupakan aturan susunan dalam bahasa
Inggris (MD). Sedangkan di Indonesia hukum susunan yang berlaku adalah huku DM.
Penggunaan bentuk Alpha Hotel bisa diperbaiki menjadi Hotel Alpha.
Menurut Depdiknas
(KBBI:508) kata hotel memiliki makna yaitu, ho·tel /hotél/ n
bangunan berkamar banyak yg disewakan sbg tempat untuk menginap dan tempat
makan orang yg sedang dl perjalanan; bentuk akomodasi yg dikelola secara
komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan,
makan dan minum.
DAFTAR PUSTAKA
Setyawati, Nanik. 2010.
Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia.
Surakarta: Yuma Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional.
2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata
Bahasa Baku Bahasa indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar