ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN FONOLOGI
PADA KEMASAN MAKANAN
Nama : Ade Safitri
NPM : 126211811
Kelas : 5A
Kesalahan berbahsa Indonesia dalam tataran fonologi dapat terjadi
baik penggunan bahasa secara lisan maupun secara tertulis. Sebagian besar kesalahan
berbahasa Indonesia dalam tataran fonologi berkaitan dengan pelafalan. Bila
kesalhan pelafalan tersebut dituliskan, maka terjadilah kesalahan berbahasa
dalam ragam tulis. Berikut ini adalah kesalahan yang saya temukan pada kemasan
makanan yang meliputi: perubahan fonem, penghilangan fonem, dan penambahan
fonem.
1.
Kesalahan Pelafalan Karena Perubahan Fonem
1.1
Perubahan Fonem Vokal dan Fonem Konsonan
Perhatikan data disamping !
Gemez
Pada gambar diatas terdapat dua buah kesalahan berbahasa tataran
fonologi pada kata gemez. Pertama, kesalahan pelafalan karena penambahan
fonem vokal, yaitu fonem /e/ pada kata gemas sehingga menjadi gemez.
Kedua kesalahan pelafalan karena perubahan fonem konsonan, yaitu fonem konsonan
/s/ pada kata gemas diganti fonem /z/. Kata gemez pada kemasan makanan
tersebut adalah kata yang tidak baku dalam bahasa Indonesia. Kata yang baku
digunakan adalah gemas.
Lafal baku : Gemas
Tidak baku : Gemez
Dalam
KBBI (2008: 435) kata gemas memiliki makna yaitu, ge·mas a 1 sangat
jengkel (marah) dl hati: saya
sangat -- pd anak itu krn selalu mengotori lantai; 2 sangat
suka (cinta) bercampur jengkel; jengkel-jengkel (cinta): -- aku melihat anak ini. Sedangkan
kata gemez di dalam KBBI tidak memiliki makna.
Berdasarkan
penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan yaitu pada kemasan makanan tersebut
seharusnya dibuat kata gemas. Karena kata gemez merupakan kata
yang tidak baku dalam bahasa Indonesia.
1.2 Perubahan Fonem Konsonan
Perhatikan
data disamping !
Koq
telat ?!
Kesalahan yang terdapat pada gambar bungkus permen diatas jika
dianalisis dari tataran fonologinya adalah keslahan pelafalan karena perubahan
fonem konsonan /k/ menjadi /q/ pada kata kok menjadi koq. Kata koq
pada bungkus permen tersebut merupakan kata yang tidak baku dalam bahasa
Indonesia.
Dalam KBBI (2008:
413) kata kok memiliki makna yaitu, kok [2] p 1 cak kata yg digunakan
untuk menekankan atau menguatkan maksud: bukan aku -- yg menyuruh; 2
mengapa; kenapa: -- dia tidak datang?. Sementara kata koq di
dalam KBBI tidak ada memiliki makna apapun.
Dari penjelasan
diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kata koq yang digunakan pada
bungkus permen diatas adalah tidak baku. Untuk memperbaiki kesalahan kata koq
disitu bisa diperbaiki dengan menggunakan kata kok.
1.3 Perubahan Fonem Vokal dan Penambahan Fonem konsonan
Perhatikan
data disamping !
Jelly
Kesalahan yang terdapat pada tataran fonologi kemasan makanan
diatas ada dua. Pertama, kesalahan pelafalan karena penambahan fonem, yaitu
pembentukan gabungan atau gugus konsonan dari fonem konsonan tunggal menjadi
rangkap. Konsonan /l/ menjadi /ll/, kata jeli menjadi jelly.
Kedua, kesalahan pelafalan karena perubahan fonem, yaitu perubahan fonem vokal
menjadi fonem konsonan. Fonem /i/ dilafalkan menjadi /y/, jeli
dilafalkan jelly.
Lafal baku : Jeli
Lafal tidak baku : Jelly
Dalam KBBI (2008:
575) jeli memiliki makna yaitu, je·li a 1 elok dan
bercahaya (tt mata): gadis itu bermata --; 2 awas; tajam (tt
penglihatan): pihak yg berwajib tentunya perlu lebih --; jel.li /jeli/
v selai. Sedangkan kata jelly dalam KBBI tidak memiliki makna apapun.
Kesimpulan yang bisa diambil adalah
bahwa kata jelly tidaklah tepat penggunannya pada bungkus makanan
tersebut karena bukan merupakan kata baku bahasa Indonesia. Sehingga bisa
digunakan diganti dengan kata jeli agar penggunaannya tepat menurut
aturan bahasa Indonesia.
1.4 Perubahan Fonem Konsonan
Perhatikan
data berikut!
Extra
Pada gambar
bungkus minuman diatas jika dianalisis dari tataran fonologinya terdapat
kesalahan pada pelafalannya yaitu kesalahan karena perubahan fonem konsonan.
Fonem /x/ pada kata extra merupakan kata yang tidak baku. Dalam bahasa
Indonesia lafal bakunya adalah ekstra, sehingga fonem /x/ disitu bisa
diganti dengan fonem konsonan rangkap /ks/.
Lafal tidak baku : extra
Lafal baku :
ekstra
Dalam KBBI (2008:
385) kata ekstra memiliki makna yaitu, eks·tra [2] /ékstra/ n 1 tambahan di luar yg
resmi: gaji --; 2 sangat; luar biasa: rute tsb tergolong --
berat krn melewati rimba belantara. Sedangkan kata extra dalam KBBI
tidak memilki makna.
Dari penjelasan
diatas dapat diambil kesimpulannya yaitu pada kemasan minuman tersebut
menggunakan lafal yang tidak baku. Untuk memperbaikinya supaya tepat
penggunaannya dengan bahasa Indonesia kata extra bisa diganti dengan
ekstra.
1.5 Perubahan Fonem Vokal dan Penghilangan Fonem Vokal
Perhatikan
data disamping !
Qtela
Kesalahan yang
terdapat pada gambar bungkus makanan ringan diatas jika dilihat dari tataran
fonologinya ada dua kesalahan. Pertama, kesalahan pelafalan karena perubahan
fonem konsonan /k/ menjadi /q/, kata ketela menjadi qtela. Kedua,
penghilangan fonem vokal /e/.
Lafal tidak baku : Qtela
Lafal baku :
Ketela
Menurut KBBI
(2008: 689) kata ketela memiliki makna yaitu, ke·te·la /ketéla/ n
tumbuhan umbi yg tumbuh menjalar, umbinya dapat dimakan, daunnya untuk sayur.
Sedangkan kata qtela dalam KBBI tidak memiliki makna apapun.
Kesimpulannya
adalah kata qtela pada kemasan makanan diatas tidaklah baku, sehingga kata
qtela bisa diperbaiki dengan menggunakan kata ketela agar sesuai atau tepat
penggunaannya sesuai dengan bahasa Indonesia.
2.
Kesalahan Pelafalan Karena Penghilangan Fonem
2.1 Penghilangan Fonem Konsonan
Perhatikan
data disamping !
Buavita
Pada gambar kemasan minuman diatas terdapat kesalahan pada tataran
fonologi yaitu kesalahan pelafalan karena penghilangan fonem konsonan, yaitu
fonem /h/ pada kata buah sehingga dilafalkan bua.
Lafal tidak baku :
bua
Lafal baku :
buah
Kata buah dalam KBBI (2008:
211) memiliki makna yaitu, bu·ah n 1 bagian tumbuhan yg
berasal dr bunga atau putik (biasanya berbiji): pohon mangga itu banyak --
nya; 2 kata penggolong bermacam-macam benda: dua -- kapal; se --
negeri; dua -- rencana; 3 pokok; bahan: -- percakapan; 4
hasil: -- jerih payahnya kini dapat dinikmati oleh keturunannya;--
manis berulat di dalamnya, pb perkataan yg manis-manis biasanya mengandung
maksud yg kurang baik; sebab -- dikenal pohonnya, pb dr perbuatan atau
perangai seseorang dapat diketahui asalnya. Sedangkan kata bua di dalam
KBBI tidak memiliki makna.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat
diambil kesimpulan yaitu kata yang tepat digunakan pada kemasan diatas adalah buah
bukan bua karena kata bua tidak baku dalam bahasa Indonesia.
2.2 Penghilangan Fonem Vokal
Perhatikan
data disamping !
Krupuk
Udang
Pada gambar
bungkus makanan diatas jika dianalisis dari tataran fonologinya terdapat
kesalahan pelafalan yaitu kesalahan akibat penghilangan fonem vokal /e/ pada
kata kerupuk. Kata krupuk yang digunakan pada kemasan tersebut tidaklah
merupakan kata yang baku.
Menurut KBBI
(2008: 686) kata kerupuk memiliki makna yaitu, ke·ru·puk [1] n makanan yg dibuat dr adonan tepung
dicampur dng lumatan udang atau ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau
dibentuk dng alat cetak dijemur agar mudah digoreng. Sedangkan kata krupuk
dalam KBBI tidak ada memiliki makna.
Kesimpulan yang
bisa diambil berdsarkan penjelasan diatas adalah bahwa kata krupuk yang
digunakan pada kemasan makanan diatas adalah tidak baku. Sehingga agar kata itu
sesuai dengan aturan dalam bahasa Indonesia maka harus menggunakan vokal /e/
menjadi kerupuk.
2.3 Penghilangan Fonem
Vokal
Perhatikan
data disamping !
Anakmas
Pada gambar
kemasan makanan diatas terdapat kesalahan pada tataran fonologi yaitu kesalahan
pelafalan karena penghilangan fonem vokal, yaitu fonem /e/ pada kata emas
sehingga dilafalkan mas.
Emas menurut
KBBI(2008: 366) memiliki makna yaitu, emas n 1 logam mulia
berwarna kuning yg dapat ditempa dan dibentuk, biasa dibuat perhiasan spt
cincin, kalung (lambangnya Au, nomor atomnya 79, bobot atomnya 196,9665); logam
adi; aurum: ia memakai cincin -- bermata mutiara; 2 ki
uang; harta duniawi; 3 ki uang suap; kena -- , makan suap;
4 ki sesuatu yg tinggi mutunya (berharga; bernilai): krn
kemahirannya bermain bola, ia mendapat julukan “pemain berkaki – “; ia mendapat
peluang -- untuk mencetak gol;-- berpeti, kerbau berkandang, pb
harta benda harus disimpan baik-baik di tempatnya masing-masing; tak --
bungkal diasah, pb tidak peduli apa pun diperbuat, asal tercapai maksudnya;
utang -- dapat dibayar, utang budi dibawa mati, pb kebaikan hati orang
akan diingat selama-lamanya.
Sedangkan kata mas dalam KBBI
memiliki makna yaitu 1 kata sapaan untuk saudara tua laki-laki atau
laki-laki yg dianggap lebih tua; 2 kata sapaan hormat untuk laki-laki,
tanpa memandang usia: apa
kabar, -- ?; 3 panggilan karib istri kpd suami; bang; kak: -- , kemarin Ibu datang.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat
diambil kesimpulan yaitu kata yang tepat digunakan pada kemasan diatas adalah emas
bukan mas.
2.4 Penghilangan Fonem Konsonan dan Perubahan Fonem Vokal Rangkap
Perhatikan
data disamping !
Ijo
Pada gambar kemasan makanan diatas dalam tataran fonologi terdapat
dua kesalahan. Pertama, pelafalan karena penghilangan fonem, yaitu penghilangan
fonem vokal ragkap menjadi vokal tunggal. Fonem /au/ dilafalkan menjadi /o/,
hijau dilafalkan menjadi ijo. Kedua, kesalahan pelafalan karena
penghilangan fonem, yaitu penghilangan fonem konsonan. Penghilangan konsonan /h/,
kata hijau dilafalkan menjadi ijo.
Lafal baku : Hijau
Lafal tidak baku : Ijo
Di dalam KBBI(2008: 498) kata hijau
memiliki makna yaitu, hi·jau 1 n warna dasar yg serupa dng warna
daun; 2 n gabungan warna biru dan kuning dl spektrum; 3 a
mengandung atau memperlihatkan warna yg serupa warna daun; 4 a ki
belum berpengalaman: masih. Sedangkan kata ijo dalam KBBI tidak memiliki
makna.
Dari uraian diatas dapat diambil
kesimpulannya yaitu kata ijo yang digunakan bungkus makanan diatas
tidaklah tepat, karena tidak merupakan kata yang baku. Sehingga bisa diganti
atau diperbaiki dengan kata hijau.
3.
Kesalahan Pelafalan Karena Penambahan Fonem
3.1 Penambahan Fonem Konsonan
Perhatikan data disamping !
Pudding
Pada gambar
makanan diatas terdapat kesalahan jika dianalisis dari tataran fonologinya
yaitu, kesalahan karena penambahan fonem konsonan /d/ pada kata puding sehingga
menjadi pudding.
Lafal tidak baku :
Pudding
Lafal baku :
Puding
Dalam KBBI (2008:
1111) kata puding memiliki makna yaitu, pu·ding [1] n tumbuhan semak, biasanya sering
dijadikan tanaman pagar, warna daunnya merah (ada bermacam-macam, spt --
emas, -- hutan, -- merah, -- perada); Graptophyllum pictum; pu·ding
[2] n penganan yg dibuat dr tepung (terigu,
maizena, dsb). Sedangkan kata pudding dalam bahasa Indonesia tidak memilki
makna.
Kesimpulan yang
bisa diambil dari penjelasan diatas adalah bahwa kata pudding adalah
tidak baku digunakan dalam tulisan bungkus makanan diatas, sehingga bisa
diperbaiki dengan menghilangkan fonem /d/ nya dan menjadi puding.
3.2 Penambahan Fonem Konsonan
Perhatikan data disamping !
Luwak
Kesalahan tataran fonologi pada kemasan makanan diatas adalah
kesalahan pelafalan karena penambahan fonem, yaitu penambahan fonem konsonan.
Penambahan fonem /w/ pada kata luak menjadi luwak.
Lafal baku : Luak
Lafal tidak baku : Luwak.
Kata Luak menurut KBBI (2008:
843) memiliki makna yaitu, lu·ak [2]n
binatang mirip kucing berbulu bintik-bintik yg gemar makan ayam, buah kopi,
dsb; musang; Paradoxurus hermaphroditus. Sedangkan kata luwak
dalam KBBI tidak memiliki makna.
Kesimpulan yang dapat diambil dari
penjelasan diatas adalah bahwa penggunaan kata luwak disitu tidaklah
tepat karena tidak merupakan kata yang baku dalam bahasa Indonesia. Sehingga
kesalahan disitu bisa diperbaiki dengan mengganti kata luwak dengan luak.
3.3
Penambahan Fonem Konsonan
Perhatikan
data disamping !
Stick
Pada gambar bungkus makanan diatas dalam tataran fonologinya
terdapat kesalahan yaitu kesalahan pelafalan karena penambahan fonem, yaitu
penambahan fonem konsonan. Penambahan fonem /c/ pada kata stik dilafalkan
menjadi stick.
Lafal baku : Stik
Lafal tidak baku : Stick
Di dalam KBBI (2008: 1340)
kata stik memiliki makna yaitu, stik n Olr pemukul bola
(dl permainan golf, hoki, dsb); tongkat. Sedangkan kata stick dalam KBBI
tidak memiliki makna.
Kesimpulan yang bisa diambil dari
penjelasan diatas adalah untuk memperbaiki keslahan pada penulisan stick
bisa diperbaiki dengan menggunakan kata stik, sebab kata stick tidaklah
merupakan kata yang baku.
3.4 Penambahan Fonem Konsonan
Perhatikan data disamping!
Ahh
Pada gambar kemasan diatas dalam tataran fonologi terdapat kesalahan
pelafalan karena penambahan fonem, yaitu pembentukan gabungan atau gugus
konsonan dari fonem konsonan tunggal menjadi rangkap. Konsonan /h/ menjadi /hh/
pada kata ah dilafalkan menjadi ahh.
Lafal baku : Ah
Lafal tidak baku : Ahh
Di dalam KBBI (2008: 18) kata
ah memiliki makna yaitu, ah p kata seru yg menyatakan
perasaan kecewa, menyesal, keheranan, tidak setuju: -- , jangan marah dulu,
nanti akan saya terangkan duduk perkaranya; -- , mengapa itu yg kau ambil.
Sedangkan ahh dalam KBBI tidak memiliki makna.
Dari penjelasan diatas dapat diambil
kesimpulannya bahwa kata ahh pada bungkus makanan ringan tersebut
tidaklah tepat penggunaannya merupakan kata yang tidak baku. Kata ahh
disitu dapat diganti dengan ah dengan menghilangkan fonem konsonan /h/
yang satunya.
3.4 Penambahan Fonem Vokal
Perhatikan
data disamping !
Enaak
Pada gambar kemasan makanan diatas pada tataran fonologi terdapat
kesalahan pelafalan karena penambahan fonem, yaitu pembentukan deret vokal /aa/
dari vokal /a/ pada kata enak dilafalkan menjadi enaak.
Lafal baku : Enak
Lafal tidak baku : Enaak
Dalam
KBBI (2008: 371) kata enak memiliki makna yaitu, enak /énak/ a
1 sedap, lezat (tt rasa): kue ini -- rasanya; 2 sehat atau
segar (tt kondisi badan): pd hari ini kondisi badan saya kurang --; 3
nikmat atau menyenangkan (tt perasaan, suasana, dsb); nyaman: setelah mandi
dng air hangat, badan terasa --; 4 cak pulas; lelap (tt
tidur): pd malam itu, tidurnya – sekali. Sedangkan kata enaak dalam KBBI tidaklah memiliki makna.
Dari
penjelasan diatas dapat diambil kesimpulannya yaitu kata enaak pada kemasan
makanan diatas tidaklah baku penggunaannya dalam bahasa Indonesia. Kata enaak
disitu bisa diganti dengan kata enak.
3.6 Penambahan Fonem Vokal
Perhatikan
data disamping !
Boom
Kesalahan pada tataran fonologi yang terdapat pada kemasan makanan
diatas adalah kesalahan pelafalan karena penambahan fonem, yaitu pembentukan
deret vokal /oo/ dari vokal /o/ pada kata bom dilafalkan boom.
Lafal baku : Bom
Lafal tidak baku : Boom
Kata
bom dalam KBBI (2008: 205) memiliki makna yaitu, bom [1] n senjata yg bentuknya spt peluru besar
yg berisi bahan peledak untuk menimbulkan kerusakan besar. Sedangkan kata boom
dalam KBBI tidak memiliki makna sehingga kata boom tidaklah baku
penggunannya dalam bahasa Indonesia.
Kesimpulan yang bisa diperoleh dari
penjelasan diatas adalah bahwa dalam kemasan makanan tersebut penggunaan boom tidaklah tepat dan bisa
diganti dengan bom.
Daftar Pustaka
Setyawati, Nanik. 2010.
Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia.
Surakarta: Yuma Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional.
2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar