KESALAHAN BERBAHASA PADA CERAMAH AGAMA
(USTAD JEFRI AL-BUCHORI)
NAMA : ADE SAFITRI
NPM : 126211811
KELAS : 5A
1.
Kesalahan Berbahasa karena Penyingkata Morfn meng- dengan Morf Lain
pada Tataran Morfologi
Bentuk Tidak Baku
Diam
lebih baik dari pada ngobrol yang buruk.
Bentuk
Baku
Diam lebih baik dari pada mengobrol yang buruk.
Kesalahan yang terdapat pada kata yang dicetak miring diatas adalah
kesalahan berbhasa karena penyingkatan morf meng- pada kata dasar obrol
yang seharusnya menjadi mengobrol menjadi ngobrol. Panyingkata
morf tersebut merupakan sebuah kesalahan karena penyingkatan itu bukanlah
aturan baku dalam bahasa Indonesia.
Menurt Depdiknas (KBBI:976) kata mengobrol
memiliki makna yaitu, meng·ob·rol v bercakap-cakap atau berbincang-bincang secara
santai tanpa pokok pembicaraan tertentu: setiap pagi mereka - di warung kopi itu.
2.
Kesalahan Berbahasa karena Pengaruh Bahasa Daerah pada Tataran
Sintaksis
Bentuk Tidak Baku
Dia
bisa mecingin baju.
Bentuk
Baku
Dia
bisa mengancingkan baju.
Kesalahan pada
bentuk diatas adalah kesalahan karena pengaruh bahasa daerah tepatnya pada kata
yang dicetak miring yaitu kata mencingin. Kata mencingin merupakan
bahasa daerah yang memiliki arti mengancingkan dalam bahasa Indonesia.
Penggunaan kata mencingin dianggap sebuah kesalahan dalam berbahasa karena itu
bukanlah kata baku dalam bahasa Indonesia.
Menurut Depdiknas (KBBI:616) kata mengancingkan
memiliki makna yaitu, me·ngan·cing·kan v menutupkan baju dng kancing; menutupkan pintu
dng kancing dsb: ia ~
baju kerjanya dng rapi. Sedangkan kata mencingin bukanlah kata yang
baku adalam bahasa indonesia.
3.
Kesalahan Berbahasa karena Pengaruh Bahasa Asing pada Tataran
Sintaksis
Bentuk tidak Baku
Bergaul
itu kan silaturrohim.
Bentuk
Baku
Bergaul
itu kan silaturahmi.
Pada bentuk diatas terdapat sebuah kesalahan berbahasa. Kesalahan
itu terdapat pada kata yang dicetak miring. Kata silaturrahim disebut
sebuah kesalahan karena itu merupakan kata dalam bahasa Asing. Jika kata itu
digunakan akan menyebabkan ketidaktahuan bagai sebagaian kalangan.
Menurut Depdiknas (KBBI:1306) kata
silaturahmi memiliki makna si·la·tu·rah·mi n tali persahabatan
(persaudaraan): malam --; tali. Sedangkan silaturrahim dalam bahasa
Indonesia tidak ada memiliki makna, karena siturrahmi merupakan bahasa asing
yaitu bahasa Arab.
Untuk tidak membuat kesalahan dalam berbahasa, kata silaturrahim
tersebut bisa diganti dengan kata silaturahmi yang merupakan kata baku
dan memiliki makna tali persaudaraan dalam bahasaIndonesia.
4.
Kesalahan Berbahasa karena Penghilangan Morf Men- pada Tataran
Morfologi
Bentuk
Tidak Baku
Dia
akan bisa jadi pemimpin dunia akhirat.
Bentuk
Baku
Dia akan bisa menjadi pemimpin dunia akhirat.
Pada kalimat
diatas terdapat kesalahan berbahasa pada tataran morfologi. Kesalahan itu
terdapat pada kata jadi yang dicetak miring. Kata jadi merupakan
kata dasar. Jika ia terletak dalam kalimat tersebut maka harus diberi awalan mem-
sehingga bisa dibuat menjadi.
Menurut Depdiknas (KBBI:554) kata menjadi
memiliki makna yaitu, men·ja·di v 1 (diangkat, dipilih)
sbg: ia diangkat (dipilih) ~ wakil presiden; 2 (dibuat) untuk: daun
kumis kucing dapat diramu ~ obat penyakit kencing batu; 3 berubah
keadaan (wujud, barang) lain; menjelma sbg: orang itu dapat mengubah dirinya
~ harimau; 4 menjabat pekerjaan (sbg): ayahnya ~ guru;~
air ki habis modalnya; ~ air mandi ki menjadi
kebiasaan; mendarah daging; ~ bumi langit ki menjadi orang yg
selalu diharapkan bantuannya (nasihatnya dsb); ~ hakim sendiri berbuat
sewenang-wenang thd orang yg dianggap salah; ~ pikiran menjadi masalah
yg harus dipikirkan.
5.
Kesalahan Berbahasa karena Pengaruh Bahasa Asing pada Tataran
Sintaksis
Bentuk Tidak Baku
Televisi disebut magic box.
Bentuk Baku
Televisi
disebut kotak ajaib.
Kesalahan yang terdapat pada kalimat diatas adalah kesalahan karena
adanya pengaruh bahasa Asing yaitu pada bentuk magic box. Magic box
berasal dari bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesia memiliki makna kotak
ajaib.
Bentuk magic box merupakan sebuah kesalahan berbahasa karena
tidak semua kalangan yang bisa memahami apa maksud dari magic box
tersebut. Sehingga kesalahan tersebut bisa diperbaiki dengan menggunakan kata kotak
ajaib pada kalimat “televisi disebut kotak ajaib.
6.
Kesalahan Pelafalan karena Penghilangan Fonem Vokal pada Tataran
Fonologi
Bentuk Tidak Baku
Lalu
ketika mereka tidak suka pada suatu negri.
Bentuk Baku
Lalu
ketika mereka tidak suka pada suatu negeri.
Kesalahan berbahasa yang terdapat pada kalimat diatas adalah
kesalahan pelafalan karena penghilangan fonem vokal /e/ pada kata negeri
menjadi negri. Kata negri merupakan bentuk yang tidak baku sehingga penggunaannya
dianggap sebiah kesalahan berbahasa.
Menurut Deodiknas
(KBBI:957) kata negeri memiliki makna yaitu, ne·ge·ri n 1
tanah tempat tinggal suatu bangsa: ia melanjutkan sekolah ke -- Belanda;
2 kampung halaman; tempat kelahiran: -- nya yg asli bukanlah
Makassar; 3 negara; pemerintah (lawan kata swasta): krn ia
bersekolah di SMU -- , biayanya pun tidak begitu besar; 4 nagari.
Kesimpulannya
adalah penggunaan negri tersebut tidaklah tepat. Untuk itu kesalahannya bisa
diperbaiki dengan menambahkan fonem vokal /e/ pada kata negri sehingga
menjadi negeri yang merupakan kata baku dalam bahasa indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Setyawati, Nanik. 2010.
Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia.
Surakarta: Yuma Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional.
2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata
Bahasa Baku Bahasa indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.